The Benda Living. Hunian exclusive di selatan jakarta dari Hakara
Wednesday, 03 March 2010 20:44 |
The Benda Living adalah sebuah hunian nyaman di lokasi eksklusif Kemang, Jakarta Selatan. Sebuah kawasan ekspatriat yang sudah di kenal hingga ke manca negara. Lokasi ini sangat strategis dan premium karena dekat dengan beberapa sekolah internasional, rumah sakit, beberapa pusat perbelanjaan, puluhan tempat hiburan serta tidak jauh dari akses jalan tol. Didukung dengan desain bangunan yang elegan dan berkualitas dengan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki oleh desain town house serupa, misalnya : setiap unit rumah dilengkapi kolam renang pribadi, garasi indoor untuk 2 mobil, ruang servis yang terpisah dari ruang utama, desain pantry yang eksklusive dan kamar mandi yang spesial.
Hunian berkelas sekaligus Investasi
The Benda Living dibuat secara terbatas merupakan sebuah karya berkelas internasional yang didesain secara teliti sehingga hasilnya sangat spektakuler, fungsional , compact, presisi dan moderen dengan memperhitungkan aspek konstruksi, aspek arsitektural, feng-shui bahkan aspek ekonomi sehingga juga sangat menguntungkan untuk investasi. The Benda Living di desain oleh arsitek ternama “HAKARA Architect” yang merupakan arsitek spesialis rumah mewah dan Pengembang “PT. Hadi Karya Utama Hakara” sebagai kontraktor yang sudah berpengalaman mendesain dan membangun ratusan rumah mewah yang tersebar di seluruh kawasan elit di Jakarta, seperti Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Cempaka Putih, Kuningan, Cipete, Kemang, Pondok Indah dan sebagainya.
Keunggulan The Benda Living dari beberapa Town House Lainnya :
Sertifikat Hak Milik (SHM) , bisa langsung balik nama atas nama pembeli.
Garansi Bebas Banjir.
Kawasan Terkenal Sebagai Kawasan Ekspatriat Asing Sehingga Sangat Mudah Jika untuk Disewakan.
Lokasi Bermukim yang Tenang tetapi Strategis untuk Segala Aktifitas Bisnis, Hiburan, Belanja, Olah Raga dan Sebagainya.
Desain Bangunan Eksklusif di Desain oleh Arsitek Spesialis Rumah Mewah dan dikembangkan oleh Kontraktor yang Berpengalaman.
Desain Bangunan Unik dan Memiliki Lantai Mezanine untuk Area Servis.
Area Servis Terpisah dari Privasi Area Bangunan Utama.
Setiap Unit Rumah dilengkapi Satu Kolam Renang Pribadi.
Garasi dapat Memuat 2 Buah Mobil di Dalam Ruangan Tertutup.
Masing-masing Pantry di Desain Secara Eksklusif.
Setiap Kamar Mandi di Desain Secara Spesial dan Unik.
Informasi lebih lanjut hubungi:
The BENDA LiViNG Town House
Head Office : Menara Duta Building 6th Floor Jl. HR. Rasuna Said, Kav-9 Jakarta 12910
Marketing Office : Jl. Benda Atas, No. 62, Jeruk Purut, Cilandak Timur, Jakarta Selatan
Diambil Dari Kompas Cetak Minggu, 13 Desember 2009
oleh: Ninuk Mardiana Pambudy
Hakara.co.id. - Kecuali tulisan besar di bagian fasad, Fadli Zon Library, bangunan di kawasan Penjernihan, Jakarta Pusat, itu tampak seperti rumah biasa bertingkat tiga dengan desain seperti layaknya rumah-rumah yang dibangun dua-tiga tahun terakhir, bersih dan minimal.
Saya ingin membangun oase intelektual. Banyak orang Indonesia tidak suka baca. Mudah-mudahan perpustakaan ini bisa menginspirasi orang yang punya kemampuan lebih besar dari saya juga membangun pusat- pusat intelektualisme yang bisa mencerdaskan masyarakat daripada membuat ruang-ruang ko song yang hanya aktif saat pilkada,” tutur Fadli di ruang kerjanya di perpustakaan itu.
Di ruang kerja di lantai dasar itu suasana perpustakaan sudah terasa. Di satu sisi dindingnya terdapat lemari kaca dari lantai ke langit-langit, penuh berisi buku. Di dinding yang lain terdapat patung kayu karya Hendra Gunawan dan lukisan karya Le Mayeur, pelukis yang lama menetap di Bali pada tahun 1930-an.
Di situ tersimpan buku-buku tua, antara lain naskah kuno Serat Cabolek yang ditulis Yosodipuro, Lokapala, dan Wulangreh yang berwujud tulisan tangan dan disalin dari buku aslinya pada tahun 1800-an dalam huruf Jawa Kuno. ”Buku yang tertua berasal dari tahun 1747, tulisan Rumphius tentang flora Ambon,” jelas Fadli.
Perpustakaan yang mulai dibangun pada Desember 2007 dan selesai pada Oktober 2008 itu, menurut Fadli, untuk menampung koleksi buku di rumah tinggalnya di Cibubur yang jumlahnya mencapai 10.000 buah. Sayang beberapa bulan lalu rumah di Cibubur terbakar dalam suasana kampanye pemilu tanpa sebab jelas. ”Semua buku habis. Untung sebagian sudah saya pindahkan kemari,” tutur Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Fadli mengatakan, konsep perpustakaan ini adalah menggabungkan perpustakaan yang menyimpan buku-buku, galeri, rumah tinggal, juga tempat berkumpul dan berdiskusi, pokoknya multifungsi.
Keinginan memiliki tempat seperti ini di lokasi yang strategis adalah cita-cita lama suami dari Grace dan ayah dari Safa dan Zara yang sudah rajin mengumpulkan buku, koran, majalah, dan berbagai naskah sejak remaja ini.
Di atas tanah seluas 240 meter persegi itu, Fadli dengan bantuan teman-temannya, arsitek dan insinyur sipil, merancang bersama perpustakaan itu. ”Teman-teman saya, alumnus Universitas Indonesia juga, mengakomodasi keinginan saya tentang bangunan perpustakaan yang multifungsi,” tambah Fadli.
Konstruksi: Penyesuaian Konsep Minimalis dengan Lingkungan
Saturday, 14 November 2009 23:07 |
Hakara.co.id - Rumah minimalis yang dibangun di tengah lingkungan rumah konvensional, akan terlihat sangat mencolok. Tapi dengan mengakomodasi beberapa elemen konvensional pada bagian depan rumah, perbedaan ini bisa diperhalus.
Rumah bergaya minimalis digemari oleh berbagai kalangan. Mulai dari rumah kecil sampai rumah besar, rumah di pinggiran kota sampai di tengah kota, semuanya ingin mempunyai model rumah bergaya minimalis. Begitu pula yang diinginkan oleh Mr. Walter Kaminski. Pria ini adalah salah satu penyuka gaya minimalis untuk rumah tinggal.
Gaya minimalis biasanya dibuat pada kondisi lingkungan yang juga bergaya hampir sama. Namun tidak begitu dengan keadaan rumah ini. Karena lokasinya yang terletak di tengah-tengah kompleks rumah yang bergaya klasik dan konvensional, maka Ir. Saeful Hadi, SY., MM. yang dipercaya untuk mendesain rumah tinggal ini memperhalus tampilan rumah sehingga tidak tampak mencolok. Sedangkan interiornya tetap dibuat minimalis.
Rumah Sebagai Media transisi
Latar belakang konsep desain untuk bangunan rumah tinggal milik Mr. Walter Kaminski ini adalah ingin menjadi pelopor perubahan terhadap bangunan-bangunan yang bergaya klasik, mediteran, tropis, dan konvensional menuju tataran konsep bentuk yang lebih modern dan mengedepankan sentuhan teknologi di wilayah Slipi, Jakarta Barat.
Menurut sang arsitek, sebuah revolusi gagasan untuk membuat konsep desain yang modern dan pure minimalis (minimalis murni) ataupun kontemporer di wiliyah Slipi adalah sebuah ide yang sangat ekstrim. Karena seolah-olah melepaskan bangunan tersebut dari akar kultur dan lingkungan sekelilingnya. Namun menurutnya hal ini tidak ada tantangan arsitekturnya, karena ibarat membangun rumah baru di sebuah lingkungan yang kosong, atau membuat tulisan di atas kertas putih kosong.
Dari pemikiran inilah, kemudian muncul ide bagaimana menciptakan bangunan tersebut sebagai media transisi konsep lama yang sudah ada di sekelilingnya ke arah konsep baru yang lebih modern dengan mengakomodasikan elemen-elemen konvensional tersebut di dalam bangunan yang akan dibangun ini.
Gabungan Berbagai Unsur
Untuk mewujudkan penggabungan antara berbagai unsur pada bangunan seluas 400 m2 dengan tanah seluas 300 m2 ini, maka dibuatlah beberapa cara penggabungan yang halus sehingga tidak terlihat dipaksakan. Unsur klasik yang menonjol diimplementasikan pada profil lisplang di sekeliling bangunan. Unsur mediteran diperlihatkan pada nuansa batu alam di beberapa sudut bangunan, untuk unsur tropis diwujudkan pada bentuk atap, dan unsur konvensional diimplementasikan pada posisi teras rumah yang berada tepat di tengah bangunan.
Khusus untuk nuansa minimalis, diartikulasikan dengan beberapa cara, misalnya penggunaan genteng metal, pemakaian kaca dan bahan metal pada beberapa sudut bangunan, plafon gipsum yang dipasang drop dan floating, dan kombinasi elemen metal dan kaca pada bagian interiornya.
Berbagai material digunakan di sini, dengan kombinasi yang apik, agar kesan modern tak hilang dari bangunan ini. Sudut pagar diberi susunan batu sirih, selain untuk mengakomodasi fungsi Feng Shui, juga sebagi focal point pada tampak depan rumah ini. Kitchen set pun dibuat bernuansa modern, dengan penggunaan material kaca, alumunium, dan stainless steel.
(lia/http://www.tabloidrumah.com)
Membangun Rumah, Menahan Gempa
Saturday, 14 November 2009 21:24 |
Hakara.co.id - Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (30/9) sore, dan 7,0 SR di Jambi pada Kamis (1/10) pagi harusnya menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Bukan apa-apa, gempa itu telah merusakkan segalanya. Hanya dalam tempo sekejap, keindahan ranah Minang itu meredup.
Lebih dari 800 orang tewas, ribuan terluka, dan ribuan rumah ambruk, rata dengan tanah. Total kerugian ditaksir lebih dari Rp 2 triliun. Daerah dengan dampak terbesar adalah Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.
Menurut pengamatan penulis setelah melihat langsung ke berbagai lokasi, konstruksi mayoritas rumah yang rusak ternyata tidak memenuhi syarat teknis (non-engineered housing).
Hancurnya rumah disebabkan beberapa hal. Di antaranya, konfigurasi rumah. Ketidakteraturan denah mengakibatkan gaya puntir dan konsentrasi tegangan sehingga menghancurkan bagian bangunan.
Selain itu, rumah yang roboh itu tidak memiliki kolom praktis, balok keliling (ring balk), dan sloof. Tanpa hal-hal itu, rumah mudah roboh atau ambles. Kalaupun ada, ukurannya tidak memenuhi syarat.
Ketidaksempurnaan sambungan mengakibatkan elemen-elemen struktur tidak terikat baik. Mutu material, seperti bata, kayu, pasir, dan bahan beton yang rendah, juga berdampak pada kualitas bangunan.
Jika kualitas pekerjaannya buruk—adukan beton salah, campuran adukan salah, penyusunan bata sembarangan, detail pembesian salah, sambungan kayu atau beton buruk, pengangkeran (anchoring) buruk, dan lain sebagainya, rumah gampang roboh. Kurangnya pemeliharaan juga memperlemah kekuatan bangunan.
Bagaimana membangun kembali rumah, gedung dan bangunan infrastruktur yang benar agar meminimalisir Resiko Gempa…??
Sumatra Barat adalah daerah potensial gempa tertinggi di dunia karena merupakan episentrum pertemuan beberapa patahan lempeng bumi. Hal ini sebenarnya sudah dipahami oleh nenek moyang dan para leluhur ranah Minang sejak ratusan tahun lalu, terbukti dengan bentuk orisinil disain dan konstruksi rumah gadang adalah konstruksi yang sangat beradaptasi dengan daerah potensial gempa. Untuk itu, marilah kita kembali pada Filososi “Rumah Gadang” dalam membangun kembali RANAH MINANG
Filosofi rumah gadang sebagai acuan disain massa bangunan di Sumatra barat:
LEBIH BAIK MEMBUAT BANGUNAN SATU LANTAI ATAU MAKSIMAL DUA LANTAI SEPERTI RUMAH GADANG. Penataan ruang yang fungsional akan menghasilkan ukuran rumah yang optimal sehingga bangunan tak perlu bertingkat banyak.
BUATLAH MASSA BANGUNAN SEDERHANA SEPERTI RUMAH GADANG YANG BERBENTUK SEDERHANA PERSEGI PANJANG ATAU BUJUR SANGKAR. Bentuk massa bangunan yang tidak beraturan akan potensial merubah gerakan amplitude transversal gempa menjadi gesekan terpusat yang akan menambah beban bangunan sehingga dapat meruntuhkan bangunan itu sendiri.
GUNAKANLAH BAHAN MATERIAL RINGAN ATAU MATERIAL TIDAK PERMANEN SEBAGAIMANA YANG DIGUNAKAN DI RUMAH GADANG SEBAGAI PENGISI DINDING. Sebenarnya dinding tidak berfungsi sebagai penguat struktur, melainkan hanya sebagai elemen penyekat. Untuk itu sebaiknya untuk pengisi penyekat ruangan gunakanlah material ringan yang tidak permanent.
BUATLAH BENTUK BANGUNAN YANG SIMETRIS SEPERTI RUMAH GADANG. Bangunan yang berbentuk simetris akan memiliki keseimbangan lebih tinggi dalam beradaptasi dengan goncangan.
GUNAKANLAH PONDASI DALAM UNTUK SETIAP BANGUNAN BERTINGKAT. Kedalaman pondasi bangunan setidaknya sepertiga dari tinggi bangunan, bias menggunakan tiang pancang atau bore pile dengan dimensi sloof beton setidaknya 4 x 2 .
RENCANAKAN TIANG KOLOM BANGUNAN BERBENTUK MODUL SEGI EMPAT BERATURAN. Bentuk tiang kolom yang teratur dengan jarak yang seragam akan memperkaku kondisi vertical bangunan.
BUATLAH BANGUNAN DENGAN ARAH YANG SEJAJAR DENGAN BANGUNAN DI SEKELILINGNYA. Agar arah patahan gempa tidak tertahan sebaiknya dalam satu kawasan arah posisi bangunan sebaiknya saling sejajar dan sebagai patokan gunakanlah bangunan pertama atau bangunan terbesar di kawasan tersebut sebagai acuan.